Menerapkan Life Style Dengan Pendekatan Gap Pada ODGJ di Desa Sambilulu Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur

10 November 2022
dr. Farida Anwari, M.P.H., M.M. dan Dr. Arif Rahman Nurdianto, dr.,M.Imun melakukan program pengabdian masyarakat Universitas Anwar Medika, kali ini UAM bersinergi dengan Puskesmas Trosobo di wilayah Desa Sambibulu – Trosobo Sidoarjo dalam mengatasai problem rendahnya kepatuhan minum obat dan kesembuhan pasien Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ). Jika melihat kacamata yang lebih lebar wilayah Indonesia keseluruhan, maka data Kemenkes RI tahun 2018 menunjukkan rasio 1,7 orang per 1000 menderita ODGJ. Ketidak seimbangan antara jumlah pasien ODGJ dengan jumlah tenaga medis, obat-obatan dan tempat pengobatan umum bagi ODGJ menyebabkan dukungan keluarga, Desa, Puskesmas dan lintas sektor menjadi sangat dibutuhkan untuk optimalisasi kesembuhan mereka, kata Dr. Arif Rahman Nurdianto.

Kembali ke wilayah Trosobo, dimana Puskesmas tersebut (PKM Trosobo) memiliki 9 desa binaan, dengan jumlah penduduk 95.114 jiwa dimana terdapat banyak pasien ODGJ di wilayahnya sejumlah 158 orang pada tahun 2020. Hal ini menjadi panggilan bagi Puskesmas Trosobo yang berkolaborasi bersama Universitas Anwar Medika untuk kembali mengabdi kepada masyarakat. Karena indikator keluarga sehat Indonesia salah satunya menyebutkan bahwa penderita gangguan jiwa berat tidak boleh ditelantarkan memperlihatkan pentingnya kesehatan jiwa di Indonesia

Pada kegiatan ini, mahasiswa jurusan Teknologi Lab Medis yang terdiri dari Yunita Nur Fadilah, Afda Holisotul Zekiya, Siti Hasanah, Sulis Romadhoni, Siti Nur Azizah, Niko Dinas Syahputra, Windra Cahyani, Baiq Nanda Puspita R, Annisa Oktavia Winarko dan Dosen Universitas Anwar Medika berkolaborasi dengan Puskesmas Trosobo, guna memberikan inovasi Posyandu Jiwa dengan terapi Okupasi Terpadu (POJOK PITU) dengan melibatkan lintas sektor kepada keluarga pasien ODGJ di wilayah Desa Sambibulu. Kegiatan Posyandu melalui pemeriksaan kesehatan dan kontrol terhadap penyakit pasien ini dilakukan minimal sebulan sekali dan kunjungan rumah dari pintu ke pintu (KOPIPU). Dalam Posyandu ini juga akan dilakukan monitoring kepatuhan minum obat,perkembangan penyakit serta di isi dengan beberapa pelatihan keterampilan yang bisa membuat pasien merasa nyaman saat berkunjung di Posyandu Jiwa POJOK PITU

Diharapkan dengan kegiatan Inovasi POJOK PITU ini akan dapat meningkatkan angka kepatuhan pasien dalam meminum obat dan kunjungan rutin pasien pada Posyandu Jiwa di Desa sehingga hal tersebut dapat meningkatkan tingkat kesembuhan pasien, selain itu inovasi ini diharapkan dapat membantu pasien dalam meningkatkan kemampuan ekonomi dan membantu untuk menghilangkan stigma negatif terhadap pasien ODGJ.

Posyandu Jiwa ini mendapatkan apresiasi yang sangat baik oleh Dinkes Kab. Sidoarjo, Kecamatan Taman, Pemerintah Desa Sambibulu, Polsek dan Koramil Taman serta beberapa organisasi kemasyarakatan yang juga turut serta dalam kegiatan ini. Pemdes juga menyiapkan empat untuk pelayanan yang sangat reprsentatif dengan menggunakan alokasi dana desa untuk kesehatan. Pelayanan Posyandu Jiwa atau POJOK PITU ini juga disupport oleh kader kesehatan dari desa dan keluarga pasien. Selain kegiatan tersebut, perawat pemegang program, bidan desa bersama dengan dokter penanggung jawab program jiwa melakukan penyisiran warga yang mungkin mengalami pemasungan agar bisa dibebaskan dan diberikan terapi penanganan gangguan jiwa secara dini.

Untuk kalangan mahasiswa, ini sebagai bekal praktik langsung mahasiswa Universitas Anwar Medika untuk dapat membantu masyarakat, sesuai dengan bidang jurusan perkuliahan. dimana diharapkan mahasiswa UAM dapat memperoleh pengalaman untuk berinteraksi dan mengabdikan diri secara langsung kepada masyarakat Desa Sambibulu Wilayah Trosobo – Sidoarjo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Selamat Datang di Universitas Anwar Medika

× Layanan Informasi